Subscribe:

Jumat, 28 Februari 2014

Cara Membuat Daftar Isi

Setelah menandai bagian untuk daftar isi, maka bisa dilanjutkan ke tahap pembuatannya.
Cara I: Membuat Daftar Isi dari Built-In Heading Styles
Gunakan cara ini bila dokumen menggunakan heading styles seperti Heading 1, Heading 2, dan seterusnya.
  1. Klik pada bagian halaman yang ingin ditaruh daftar isi (biasanya di awal dokumen).
  2. Pada References tab, Table of Contents group, klik Table of Contents, pilih gaya daftar isi yang diinginkan.
    Table of Contents Group
  3. Format tampilan daftar isi.
    Pada References tab, Table of Contents group, klik Table of Contentsdan kemudian klik Insert Table of Contents untuk mengatur hal-hal berikut:
    • Tab leader, untuk membuat tab leader antara teks dan nomor halaman, antara lain: garis putus-putus, titik-titik atau tidak menggunakan tab leader.
    • Formats, untuk memilih format tampilan daftar isi, seperti: template dokumen (sesuai dengan format yang kita buat), atau format lain yang sudah disediakan oleh Microsoft Word seperti Classic, Fancy dan sebagainya.
    • Show levels, ganti angka pada kotak di sampingnya untuk menambah/mengurangi level heading yang akan ditampilkan dalam daftar isi.
    Table of Contents Tab

Cara II: Membuat Daftar Isi dari Custom Styles
Gunakan cara ini bila ada judul bab yang menggunakan custom style atau style yang kita buat sendiri pada heading untuk daftar isi.
  1. Klik pada bagian halaman yang ingin ditaruh daftar isi.
  2. Pada References tab, Table of Contents group, klik Table of Contents, dan kemudian Insert Table of Contents.
  3. Klik Options.
    Table of Contents Options
  4. Di bagian Available styles, pilih style yang digunakan untuk heading atau judul bab dalam dokumen dengan mengisi angka pada kotak di TOC level. Isi angka 1 sampai 9 untuk menentukan level pada style.
  5. Ulangi langkah 4 untuk setiap style yang ingin disertakan dalam daftar isi.
  6. Klik OK.

Cara Update Daftar Isi

  1. Pada References tab, Table of Contents group, klik Update Table.
    Atau klik di bagian daftar isi sehingga muncul tampilan seperti di bawah ini dan klik Update Table.
    Update Table of Content
  2. Klik:
    • Update page numbers only, bila perubahan hanya pada nomor halaman karena jumlah halaman bertambah/berkurang atau format nomor halaman berubah.
    • Update entire table, bila ada penambahan/pengurangan heading atau bila ada perubahan teks pada heading atau judul bab.

Cara Menghapus Daftar Isi


  1. Pada References tab, Table of Contents group, klik Table of Contents.
  2. Klik Remove Table of Contents.

Cara Membuat Daftar Isi

Setelah menandai bagian untuk daftar isi, maka bisa dilanjutkan ke tahap pembuatannya.
Cara I: Membuat Daftar Isi dari Built-In Heading Styles
Gunakan cara ini bila dokumen menggunakan heading styles seperti Heading 1, Heading 2, dan seterusnya.
  1. Klik pada bagian halaman yang ingin ditaruh daftar isi (biasanya di awal dokumen).
  2. Pada References tab, Table of Contents group, klik Table of Contents, pilih gaya daftar isi yang diinginkan.
    Table of Contents Group
  3. Format tampilan daftar isi.
    Pada References tab, Table of Contents group, klik Table of Contentsdan kemudian klik Insert Table of Contents untuk mengatur hal-hal berikut:
    • Tab leader, untuk membuat tab leader antara teks dan nomor halaman, antara lain: garis putus-putus, titik-titik atau tidak menggunakan tab leader.
    • Formats, untuk memilih format tampilan daftar isi, seperti: template dokumen (sesuai dengan format yang kita buat), atau format lain yang sudah disediakan oleh Microsoft Word seperti Classic, Fancy dan sebagainya.
    • Show levels, ganti angka pada kotak di sampingnya untuk menambah/mengurangi level heading yang akan ditampilkan dalam daftar isi.
    Table of Contents Tab

Cara II: Membuat Daftar Isi dari Custom Styles
Gunakan cara ini bila ada judul bab yang menggunakan custom style atau style yang kita buat sendiri pada heading untuk daftar isi.
  1. Klik pada bagian halaman yang ingin ditaruh daftar isi.
  2. Pada References tab, Table of Contents group, klik Table of Contents, dan kemudian Insert Table of Contents.
  3. Klik Options.
    Table of Contents Options
  4. Di bagian Available styles, pilih style yang digunakan untuk heading atau judul bab dalam dokumen dengan mengisi angka pada kotak di TOC level. Isi angka 1 sampai 9 untuk menentukan level pada style.
  5. Ulangi langkah 4 untuk setiap style yang ingin disertakan dalam daftar isi.
  6. Klik OK.

Cara Update Daftar Isi

  1. Pada References tab, Table of Contents group, klik Update Table.
    Atau klik di bagian daftar isi sehingga muncul tampilan seperti di bawah ini dan klik Update Table.
    Update Table of Content
  2. Klik:
    • Update page numbers only, bila perubahan hanya pada nomor halaman karena jumlah halaman bertambah/berkurang atau format nomor halaman berubah.
    • Update entire table, bila ada penambahan/pengurangan heading atau bila ada perubahan teks pada heading atau judul bab.

Cara Menghapus Daftar Isi


  1. Pada References tab, Table of Contents group, klik Table of Contents.
  2. Klik Remove Table of Contents.

Membuat CARICATURE Bergaya Ade Ray

Publish: 14 Juni 2011 | Author & Copyright: Rianto | Status: FREE tutorial

Pertama tama saya mengucapkan Salam Grafis kepada Teman teman semua nah pada kali ini saya ingin berbagi Ilmu tentang pembuatan poto menjadi Caricature yang sering kita liat di koran, Buku Komik Pada Tutorial kali  ini saya menggunakan Program Photoshop CS3 untuk membuat Caricature langkah langkahnya sebagai berikut :

Langkah 1
Seperti biasanya kita jalankan Program Photoshop clik file pilih open Load gambar objek kedalamPhotoshop.
image ilmugrafis.com
contoh gambar/foto yang akan dijadikan karikatur

Langkah 2
Objek dan Background harus kita pisahkan terlebih dahulu kita harus menghapus area beground. Disini saya menggunakan Tool Extract. Untuk menghapus pada area beground Pilih menu Filterpada menu bar dan pilih  Extract.

Langkah 3
image ilmugrafis.com
Gunakan Edge HighLighter  tool  pada menu bar yang paling atas untuk menyeleksi objek. Sambil menekan Control  pada Keyboard agar seleksi menempel persis pada tepi yang diseleksi.Tool Option.  Brush Size = 20Highlight = Grend, Fill = Blue. Setelah proses seleksi sudah selesai gunakan Fill tool untuk memblok pada area Objek yang kita seleksi . Akan nampak berwarna biru itulah objek yang diambil Liat gambar (2) jika semua sudah dilakukan lalu Clik OK.

Langkah 4
image ilmugrafis.com
Kira - kira hasilnya seperti gambar di bawah ini. Dan selanjutnya Seleksi di bagian kepala Menggunakan Polygonal Lasso Tool kalo sudah terseleksi tekan Control +J pada Keyboard untuk menggandakan objek hasil seleksi di bagian kepala.

Langkah 5
image ilmugrafis.com
Kemudian Clik Layer kepala hasil duplikat tadi, di sebelah kanan bawah  pada menu layer.Terus tekan Control +T pada keyboard dan perbesar objek kepala liat gambar 01. Lalu Clik layer utama yaitu bagian objek tubuh, terus tekan Control +T lagi lalu perkecil bagian objek tubuh liat gambar 02.


Langkah 6
image ilmugrafis.com
Jika sudah melewati proses langkah 3, 4 dan 5 kemudian pengerjaan Modifikasi objek,Kepala dan tubuh. Pilih Layer Kepala dari hasil duplikat  pada menu layer sebelah kanan bawah setelah itu Clik menu Filter pilih Liquify  lalu pilih Forward dan Geser Pixel, objek sesuai keinginan , Creative masing masing. Setingan Tool Option. Brush Size = 311, Brush Density = 50, Brush Pressure = 100. Gunakan Bloat tool untuk memperbesar bagian mata. Untuk Brush Size nya sesuaikan dengan besarnya objek bola mata. Jika sudah selesai Clik OK.


Langkah 7
Kemudian kerjakan objek tubuh. Clik Layer tubuh pada menu layer sebelah kanan bawah lalu Clik menu Filter lagi dan pilih Liquify. lalu Pilih Forward proses pengerjaanya sama persis seperti pada langkah : 6.  Setingannya pun sama. Kira kira hasilnya seperti pada Gambar 05. Tambahanuntuk memperkecil bagian objek bisa juga menggunakan pucker tool.
image ilmugrafis.com


Langkah 8
image ilmugrafis.com
Sekarang tinggal pengerjaan pewarnaan. Untuk langkah awal Clik layer di sebelah kanan bawah pada menu layer pilih objek kepala lalu siapkan Brush tool master diameter 65px dan ubah warna Brush menjadi putih. Opacity 8% dan sapukan di bagian area yang di tentukan , selera masing masing. Contoh: liat gambar di bawah ini. Dan setelah itu rubah warna Brush menjadi hitam dan sapukan di bagian lekukan garis wajah Alis, bulu mata, rambut.


Langkah 9
image ilmugrafis.com
Kemudian kerjakan objek bagian tubuh. Siapkan Brush tool master diameter nya di ubah menjadi30px dan rubah warna brush menjadi putih Opacity 8% lalu sapukan di bagian area badan, tubuh. Setelah selesai rubah kembali warna Brush menjadi hitam dan sapukan di bagian lengan tangan atau garis lekukan tubuh celana dan sepatu. Selanjutnya rubah kembali warna brush menjadi putih dan sapukan di area celana dari bagian paha sampai kaki.


Langkah 10
(A.) Selanjutnya lakukan Group objek kepala dan objek tubuh dengan tujuan memudahkan proses finising pewarnaan. Caranya : Clik layer kepala lalu tekan shift pada keyboard dan Clik layer tubuh. jika layer kepala dan layer tubuh sudah terseleksi tekan Control+G Pada keyboard.
image ilmugrafis.com
(B.)  Clik layer yang telah di Group tadi terus clik menu Layer di atas pada menu Bar. Lalu pilih New Adjustment Layer dan pilih Posterize atur Level menjadi 75 lalu Clik OK. Terus Clik lagi New Adjustment Layer dan pilih Level dan clik Auto. Lalu Clik lagi New Adjustment Layer dan pilihCurves atur output=140 dan Input= 115 lalu Clik OK.


Langkah 11
image ilmugrafis.com
Berikutnya  Clik objek yang telah di Group. Lalu ubah warna layernya menjadi Overlay .Clik menu layer di sebelah kanan bawah  dan ubah menjadi Overlay. Lalu Opacity turunkan menjadi 80%


Langkah 12
Jika proses pewarnaan sudah selesai load gambar beground ke dalam photoshop tujuanya untuk memberikan beground pada objek. Kemudian Clik layer beground yang baru di load tadi lalu clik move tool dan tarik beground ke dalam objek yang telah di caricaturekan lalu tekan Control +T pada keyboard dan sesuaikan dengan ukuran Canvas frame objek. Setelah itu Clik Layer >> Arrangedan clik send to back. Tujuannya supaya gambar beground berada di posisi paling belakang.


Langkah 13
Beri hiasan pada objek supaya kelihat lebih manis misalanya binatang atau objek  objek benda yang mengandung Vector, berbentuk vector. Lalu Clik File pada menu bar di atas pilih save AS (PSD) dan (JPEG) Tujuan Save AS (PSD) supaya gambar bisa di edit ulang dan di perbaiki.
Hasilnya
image ilmugrafis.com
KArikaTur berGaya Ade Rai...
Terima kasih telah belajar bersama ilmuGrafis, sampai jumpa lagi di Efek Photoshop lainnya
Semoga bermanfaat

Merubah Foto Berwarna Menjadi Sketsa Warna Pensil

Publish: 05 Juli 2007 | Author & Copyright: Bowo | Status: FREE tutorial
- Edisi Revisi: 10 Okt 2008 oleh Johan (penjelasan lebih pas)
- Edisi Revisi: 21 Februari 2011 oleh Johan (gambar lebih detail + penjelasan lebih banyak)

Halo pembaca yang budiman. belajar photoshop, tentunya banyak sekali hal-hal yang bisa kita lakukan. baik memanipulasikan maupun hal-hal yang lainnya.

Oleh karena itu, kini kami akan memberikan tutorial kepada anda tentang “Bagaimana cara merubah foto berwarna menjadi sketsa warna pensil.” Berikut Caranya : 

1. Buka photoshopnya. Setelah itu carilah gambar yang akan dijadikan sketsa pensil. Namun kali ini, saya akan menampilkan gambar hewan anjing, Lihat gambar pertama di bawah ini:

download gambar

2. Setelah gambar pertama tertampilkan, langkah selanjutnya yaitu : Arahkan Mouse anda pada "Layer gambar hewan" dalam hal ini Background

kemudian klik kanan dan pilih "Duplicated Layer". Namakan As: "Doggy 1" tanpa tanda petik

3. Masih tetap di Layer "Doggy 1" buat Gambar menjadi Hitam putih dengan mengKlik Ctrl + Shift + U
Lihat Gambar Kedua ( 2 ) di bawah ini :


4. Setelah gambar berubah menjadi hitam putih, langkah selanjutnya yaitu : 

Buatlah duplicated Layer dari "Doggy 1", caranya seperti diatas yaitu klik kanan Layer "Doggy 1" lalu pilih duplicate layer, Lalu beri nama As: "Doggy 2"
Nah sekarang kita punya layer bernama Doggy 2 - klik Ctrl + i maka gambar di Doggy 2 akan berubah menjadi gambar film
Previewnya :


5. Setelah Gambar Ketiga ( 3 ) kita dapatkan. 
Selanjutnya yaitu MengBLUR Layer "Doggy 2" dengan cara Arahkan mouse Pada Filter > Blur > Gaussian Blur maka akan keluar jendela pop_up Gaussian blurnya, 
setelah itu pada “Radius Pixel” berilah nilai Radius sebesar “5.0” intinya semakin Blur semakin baik cuma harus disesuaikan jangan terlalu Over Blur
kemudian Klik Ok. 
Dan lihatlah hasil gambar keempat ( 4 ) di bawah ini :


6. Pada gambar keempat ( 4) jika diperhatikan, gambar tersebut tampak Tidak jelas atau juga memudar. 
Namun dari gambar tersebutlah yang Menjadikan gambar lebih jelas setelah terjadinya perpindahan warna.
Oleh sebab itu, untuk langkah terakhirnya yaitu : Pada Layer "Doggy 2" Set Blending modenya ke"Color Dodge" lihat gambar di bawah ini :

KeteranganPada gambar disamping ini, ubahlah nama “Normal” menjadi “Color Dodge” 

Setelah anda mengubah Mode “Normal” menjadi “Color Dodge” maka, gambar secara langsung akan berubah menjadi sketsa warna pensil, lihat hasil gambar penyelesaiannya di bawah ini :

Perubahan menjadi goresan Pencil

:::Sampai disini dulu tutorial kami, semoga tutorial ini. dapat menambah pengetahuan anda semua dan kami tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaannya dan Semoga anda mendapatkan segala manfaat dan kebutuhan anda:::
Selamat belajar Photoshop

Semoga Bermanfaat... ^_^ 

Rabu, 26 Februari 2014

bubut
  
Mesin bubut terdiri dari meja dan kepala tetap. Di dalam kepala tetap terdapat roda-roda gigi transmisi penukar putaran yang akan memutar poros spindel. Poros spindel akan menmutar benda kerja melalui cekal. Eretan utama akan bergerak sepanjang meja sambil membawa eretan lintang dan eretan atas dan dudukan pahat. Sumber utama dari semua gerakkan tersebut berasal dari motor listrik untuk memutar pulley melalui sabuk.

JENIS-JENIS MESIN BUBUT

  1. Mesin Bubut Universal
  2. Mesin Bubut Khusus
  3. Mesin Bubut Konvensional
  4. Mesin Bubut dengan Komputer (CNC)

Jenis pengerjaan pada mesin bubut antara lain: 
* membubut lurus
Pada pembuatan memanjang gerak jalan pahat sejajar dengan poros benda kerja, sedangkan untuk pembubutan yang datar ini pada benda kerja. Dalam pembubutan yang otomatis pahat dapat digeserkan maju dan mundur kearah melintang.
* membubut tirus 
Dapat dilakukan dengan 3 cara :
  1. dengan menggeser posisi kepala lepas kearah melintang
  2. denganmenggeser sekian derajat eretan atas (penjepit pahat) 
  3. dengan memasang perkakas pembentuk
* membubut eksentris
Bila garis hati dari dua / lebih silinder dari sebuah benda kerja sejajar maka benda kerja itu di sebut eksentris, jarak antara garis-garis hati itu disebut eksentrisitas.
* membubut alur
untuk pengerjaan membubut alur di pergunakan pahat bubut pengalur dan jenisnya ada yang lurus, bengkok, berjenjang ke kanan / ke kiri.
* memotong benda kerja
Pemotongan benda kerja berbentuk batang pada mesin bubut digunakan sebuah pahat pengalur dengan penyayat yang sangat ramping, sebuah benda kerja yang di jepit diantara senter-senter tidak boleh putus karena dapat melentur dan menghimpit pahat.
* mengebor pada mesin bubut 
pembuatan lubang senter pada mesin bubut ada 2 cara, yakni benda kerja yang berputar dan senter yang berputar 
*  membubut dalam
 Untuk membesarkan lubang yang sudah ada dapat digunakan pahat dalam, caranya tidak jauh berbeda dengan membubut lurus. Pahatnya punya bentuk tersendiri
* membubut profil
Untuk membubut pembulatan pahatnya diasah menurut bentuk profilnya, pahat profil terutama cocok untuk membubut profil pada produk-produk yang pendek, pada umumnya pahat bubut tidak terlalu tebal sehingga umur pemakaiannya pendek.
* mengkartel
Adalah membuat rigi-rigi pada benda kerja dengan gigi kartel yang tersedia. Kartel dipasang pada rumah pahat dan kedudukannya harus setinggi senter. Kerja kartel ini adalah menekan benda kerja bukan menyayat seperti pahat bubut.
* membubut ulir sekrup
Untuk membuat ulir sekrap dengan mesin bubut digunakan pahat khusus yang berbentuk seperti : pahat ulir, segitiga, segi empat, trapesium, bulat dan jenis khusus lainnya. Untuk memeriksa pahat ulir,digunakan mal ulir. 

Operasi pada mesin bubut ada beraneka ragam antara lain :

• Pembubutan
• Pengeboran
• Pengerjaan tepi
• Penguliran
• Pembubutan tirus
• Penggurdian
• Meluaskan lubang

a.Pembubutan Silindris
Benda disangga diantara kedua pusatnya. Hal ini ditunjukkan pada gambar :




Gambar 1. Operasi pembubutan : A. Pahat mata tunggal dalam operasi pembubutan B. Memotong tepi.


b.Pengerjaan Tepi (Facing)
Pengerjaan tepi adalah apabila permukaan harus dipotong pada pembubut. Benda kerja biasanya dipegang pada plat muka atau dalam pencekam seperti gambar 2B. Tetapi bisa juga pengerjaan tepi dilakukan dengan benda kerja diantara kedua pusatnya. Karena pemotongan tegak lurus terhadap sumbu putaran maka kereta luncur harus dikunci pada bangku pembubut untuk mencegah gerakan aksial.


c.Pembubutan Tirus
Terdapat beberapa standar ketirusan1 dalam praktek komersial. Penggolongan berikut yang umum digunakan :

1.Tirus Morse, banyak digunakan untuk tangkai gurdi, leher, dan pusat pembubut. Ketirusannya adalah 0,0502 mm/mm (5,02%).
2.Tirus Brown dan Sharp, terutama digunakan dalam memfris spindel mesin : 0,0417 mm/mm (4,166%).
3.Tirus Jarno dan Reed, digunakan oleh beberapa pabrik pembubut dan perlengkapan penggurdi kecil. Semua sistem mempunyai ketirusan 0.05 mm/mm (5,000%),tetapi diameternya berbeda.
4.Pena tirus.
Digunakan sebagai pengunci. Ketirusannya 0,0208 mm/mm (2,083%).


d.Memotong Ulir
Biasanya pembuatan ulir dengan mesin bubut dilakukan apabila hanya sedikit ulir yang harus dibuat atau dibuat bentuk khusus. Bentuk ulir didapatkan dengan menggerinda pahat menjadi bentuk yang sesuai dengan menggunakan gage atau plat pola. Gambar 7. memperlihatkan sebuah pahat untuk memotong ulir -V 60 derjat dan gage yang digunakan untuk memeriksa sudut pahat. Gage ini disebut gage senter sebab juga bisa digunakan sebagai gage penyenter mesin bubut. Pemotong berbentuk khusus bisa juga digunakan untuk memotong ulir.


PROFIL
 KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN
SMK NEGERI 2 PURWOKERTO

 

Motto : Presisi adalah ciri kami

Melaksanakan pekerjaan Teknik Pemesinan mulai dari menyiapkan mesin, peralatan potong dan ukur, memasang dan memproses benda kerja yang terkait dengan proses pemesinan.
Kompetensi Pekerjaan :
1. Pembuatan komponen/benda teknik ( Logam Ferro/Non Ferro )
2. Perusahaan
3. Programmer Sistem CAD
4. dan pekerjaaan lain yang berkaitan dengan Teknik Pemesinan

Input 
: Tamatan SMP/MTs, yang menginginkan menjadi tenaga teknis di bidang Teknik Pemesinan


Materi Diklat Produktif :1. Menggambar Teknik dan Mesin;
2. Melakukan pekerjaan dengan mesin bubut, frais dan gerinda;
3. Setting dan pemograman dengan mesin NC/CNC;
4. Menggambar dengan Auto CAD.
 

Output :
Kompeten di bidang Penggambaran Teknik dan Mesin; Mesin bubut, frais dan gerinda; Setting dan pemograman dengan mesin NC/CNC; Menggambar dengan Auto CAD.


Peluang Kerja :
  1. Sebagai tenaga pelaksana pada usaha jasa Teknik Pemesinan ( PT, CV, Konsultan )
  2. Instansi Pemerintah
  3. Kerja Mandiri
 
Prospek Kebutuhan Tenaga Kerja :
Terbatasnya sekolah yang membuka Kompetensi Teknik Pemesinan
Perkiraan perbandingan kebutuhan tenaga kerja dan tamatan
Tingkat Regional => 2 : 1
Tingkat Nasional => 3 : 1
>>Perawatan Mesin Bubut
Seperti pada umumnya mesin,maka mesin bubut memerlukan perawatan yang baik,agar ia dapat selalu siap untuk dioperasikan.Perawatan mesin produksi dilakukan secara umum dan khusus.Petunjuk perawatan umum pada mesin bubut biasanya telah diberikan oleh pabrik pembuat mesin,sedangkan perawatan khusu harus dicari berdasarkan pengalaman dan berdasarkan teori-teori mengenai perbaikan terhadap peralatan atau mesin. Selanjutnya

>>Dedusting
pengertian
Dengan debu gas yang dihisap dari dapur listrik (electric are furnace), pada saat peleburan baja yang mana debu gas tersebut masih cukuplah tinggi temperaturnya 500 derajat celcius.Dengan melalui system pipa circulation-pendinginan yang berupa cerobong besar berdiameter 1918 mm dan terdiri dari pipa pendingin yag kecil-kecil denagn diameter 13/4 inch yang membetuk lingkaran sebanyak 82 buah pipa. Selanjutnya

>>pelumasan mesin bubut
Perawatan yang hati-hati dan benar sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin akan dapat menambah umur produktifitas mesin dan akan meningkatkan produktifitas serta efisiensi mesin.pelumasan harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan baik mengenai cara pelumasan,waktu pelumasan dan jenis minyak pelumas yang digunakan Selanjutnya

>>Elemen Dasar Pemotongan Pada Proses Bubut
Elemen – elemen pada dasar pemotongan pada proses bubut dapat diketahui dengan rumus yang dapat diturunkan dengan memperhatikan gambar teknik,di mana di dalam gambar teknik dinyatakan spesifikasi geometrik suatu produk komponen mesin yang di gambar.setelah itu harus dipilih suatu proses atau urutan proses yang digunakan untuk membuatnya. Salah satu cara atau prosesnya adalah dengan bubut, pengerjaan produk, komponen mesin, dan alat – alat menggunakan mesin bubut akan ditemui dalam setiap perencanaan proses permesinan.untuk itu perlu kita pahami lima elemen dasar permesinan bubut,yaitu : Selanjutnya

>>DASAR RODA GIGI TRANSMISI
Transmisi daya adalah upaya untuk menyalurkan/memindahkan daya dari sumber daya (motor diesel,bensin,turbin gas, motor listrik dll) ke mesin yang membutuhkan daya ( mesin bubut, pumpa, kompresor, mesin produksi dll). Selanjutnya

>>Suhu pada pengerjaan logam
Digolongkan dalam dua golongan :
•Panas adalah diformasi pada keadaan suhu dan regangan sedemikian sehingga proses pemulihan terjadi bersama proses diformasi.
•Dingin dilakukan pada keadaan dimana proses-proses pemulihan tidak efektif.
Selanjutnya

>>Carburizing
Merupakan proses penambahan unsur C pada permukaan baja karbon rendah yang dapat diperoleh dari kayu arang maupun serabut kelapa.dengan pemanasan pada suhu 850-950 derajat Celcius,unsur karbon yang terlepas dari arang kayu atau tempurung kelapa akan terdifusi kedalam baja sehingga meningkatkan kadar karbon pada permukaan.ketebalan masuknya unsure C ini dapat mencapai 0,5-2 mm baja dengan kadar kerbon pada permukaan baja tersebut adalah 0,75-1,2 %.
Selanjutnya

>>pelumasan (secara umum)
Pada proses manufaktur,permukaan antara peralatan(tools),cetakan(dies) dan benda kerja biasanya mengalami berbagai macam keadaan.Secara garis besar antara lain:
a.Tekanan kontak,bervariasi mulai dari tekanan pada kondisi elastic hingga beberapa kali lipat tegangan luluh benda kerja.
b.Kecepatan relative,berfareasi mulai dari yang sangat lambat hingga sangat cepat
c.suhu proses,dapat berfareasi mulai dari sama dengan suhu ruangan hingga mendekati suhu leleh. Selanjutnya

>>jenis poros dan perancangaan poros
Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin.Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran.Peranan utama dalam transmisi seperti itu dipegang oleh poros.

Read more at http://teknikmesin2011unila.blogspot.com/2012/12/artikel-teknik-mesin.html#ovIeJKHhqDpEcLfl.99